LOMBOK BARAT — Pemerintah Desa Lombok Barat menggelar Rapat Koordinasi pelaksanaan program “Perlindungan Habitat Penting Anoa melalui Penguatan Tenurial Masyarakat Adat dan Hutan Desa dan Kepemimpinan Pemuda Di Key Biodiversity Area (KBA) Gunung Sojol Sulawesi Tengah” pada Jumat (28/08/2026). Rapat yang berlangsung di Kantor Desa Lombok Barat ini diprakarsai oleh Yayasan Merah Putih (YMP) Sulawesi Tengah sebagai bagian dari komitmen penyelamatan kawasan konservasi berbasis partisipasi masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Koordinator Program YMP Sulawesi Tengah, Ibu Fera Rifni Nusa, bersama staff Community Organizer (CO), Khairul. Turut hadir Tenaga Ahli Bidang Lingkungan Hidup Kabupaten Parigi Moutong, Bpk. Ibrahim Hafid, pengurus Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Lombok Barat, serta unsur mitra kehutanan setempat.
Kepala Desa Lombok Barat, Masran, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas diinisiasinya program konservasi dan tata kelola kawasan hutan berbasis masyarakat adat serta pemuda ini. Sebagai langkah nyata penanganan potensi sengketa di lapangan, Pemerintah Desa siap memfasilitasi pemetaan wilayah.
"Kami siap menyiapkan Peta Wilayah Administrasi Desa yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan. Langkah ini penting agar batas tata guna lahan menjadi jelas, sehingga dapat mencegah terjadinya konflik tenurial serta tumpang tindih pemanfaatan lahan di kemudian hari," tegas Masran.
Program yang berfokus pada Key Biodiversity Area (KBA) Gunung Sojol ini bertujuan mengintegrasikan perlindungan satwa endemik Anoa dengan penguatan hak kelola masyarakat atas hutan desa. Melalui pelibatan aktif generasi muda dan kelembagaan adat, program ini diharapkan menjadi model pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan di Kabupaten Parigi Moutong.
Rapat koordinasi ini menghasilkan kesepakatan awal mengenai komitmen bersama antara YMP Sulawesi Tengah, Pemerintah Desa, LPHD, dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mengawal tahapan implementasi program ke depan.